5 November 2022

PROGRAM FEATURE (#3)Feature Kuliner

Sebelum kita jauh dalam membahas program feature kuliner,  kita perlu tahu arti "kuliner" itu sendiri. Kuliner berasal dari bahasa Inggris “culinary”, yang berarti sesuatu yang berhubungan dengan dapur atau masakan, baik berupa  lauk-pauk, makanan, termasuk camilan, dan minuman.
     Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dikutip dari (KBBI: kbbi. web.id), kuliner adalah sesuatu hal yang berhubungan dengan masakan. Kuliner juga mempunyai arti sebagai suatu olahan berupa masakan, minuman, atau lauk pauk.
     Kata kuliner, marak akhir-akhir ini, terutama setelah media massa banyak memperkenalkan dan menyebutnya. Biasanya kata kuliner disandingkan dengan kata wisata. Sehingga wisata kuliner sering diartikan sebagai jalan-jalan atau berpergian ke suatu tempat untuk mencicipi makanan, camilan, atau minuman daerah setempat. 
     Dalam sebuah program feature kuliner TV, yang ditampilkan adalah segala bentuk produksi (baik berupa narasi maupun visual) tentang kuliner. Hal  yang utama dalam penyampaian informasi tentang program kuliner adalah "nama" makanan itu sendiri. Nama yang unik, aneh, berbau asing, jarang diketahui masyakat, atau yang sedang trend, menjadi daya tarik pemirsa. Setelah nama, yang paling menonjol adalah "visual". Ukuran visual full frame dari makanan yang disajikan, detil shot bahan-bahan olahannya (apalagi bahan yang jarang ditemukan dan digunakan masyarakat) menjadi daya tarik pemirsa.
     Visual yang lain adalah cara pengolahannya. Walaupun tidak detil (karena keterbatasan durasi), biasanya cara pembuatan atau pengolahan makanan, adalah visual yang ingin diketahui pemirsa. Jika kuliner ini berkaitan dengan tempat wisata, maka perlu visual suasana lokasi. Sedangkan informasi daerah tempat kuliner tersebut, bumbu-bumbunya, dapat ditampilkan dalam bentuk grafis.
     Tidak seperti program feature kuliner di awal-awal stasiun TV swasta berdiri, yang ditandai atau diproduksi dalam bentuk visual dan narasi saja, kini program tersebut berkembang dengan berbagai variasi. Terkini adalah dengan kehadiran reporter, baik reporter dari TV sendiri, artis, maupun publik figur. Kehadiran mereka menambah daya tarik program (lihat tulisan  "Program Feature #2, benynulis.blogspot.com).
     Kehadiran reporter di program ini, membuat tak perlu banyak menampilkan narasi dalam proses produksinya. Reporter dapat menginformasikan dalam bentuk tutur, cara pembuatannya, mencicipinya, serta memberikan informasi yang subyektif (mis: bagi reporter masakan ini terlalu pedas, bagi reporter masakan ini terlalu manis; kita tidak tahu mungkin bagi pemirsa bisa jadi ini kurang pedas atau tidak begitu manis). Reporter juga akan lebih atraktif, ketika berinteraksi dengan si pembuat makanan, ketika memperagakan cara pembutan atau pengolahannya.
     Tentu saja kehadiran reporter dalam program feature TV, sepanjang penampilan dan penyampaiannya menarik, menjadi nilai lebih sebuah program. Tujuan akhirnya, program ini menghasilkan rating yang diharapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar