20 Oktober 2022

PENGALAMAN MENGAJAR (#1)

PENGALAMAN MENGAJAR JURNALISTIK (#1)

    Selain sebagai Jurnalis, penulis juga diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk mengajar. Selain pernah menjadi dosen, penulis juga pernah menjadi pengajar ekstra kurikuler (eskul) di MTs dan MA sebuah pesantren khusus putri. Tentu saja materi yang diajarkan berkaitan dengan tulis menulis, jurnalistik, dan fotografi.
    Mengajar di pesantren putri, tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi penulis. Paling tidak kita harus dituntut untuk terus berpikir, memutar otak, tentang materi yg harus diajarkan. Selain materi umum jurnalistik, kita dituntut untuk mengajarkan materi jurnalistik yang berkaitan dengan dunia wanita dan materi yang tidak terlepas dari nila-nilai Agama Islam. Sebagai pengajar, penulis juga perlu menghadirkan "seni" mengajar yang tidak menimbulkan rasa bosan atau jenuh para santriwati. Kita sadar, sudah satu hari penuh, bahkan hampir tujuh hari dalam sepekan, kegiatan mereka banyak dihabiskan dalam asrama, mendapatkan materi umum dan agama dari guru pengajarnya, belum kegiatan lain yang berkaitan denga keasramaan. Nah tentu di akhir pekan, saat pelajaran eskul, santriwati ini mulai muncul rasa lelah dan jenuh. Di sinilah kita dituntut untuk memberikan materi yang membuat mereka tidak mengantuk dan semangat kembali.
     Ada berbagai cara untuk mengatasinya. Selain memberikan materi awal dan umum tentang jurnalistik, kita perlu memberikan materi yang mengajak santriwati untuk aktif berperanserta. Misalnya, kita memberikan praktek teknik wawancara, menulis tentang pengamatan susana, praktek fotografi, mencari dan menulis surat-surat dan ayat-ayat Alqur'an yang berkaitan benda-benda hasil "jepretan" kamera mereka, memproduksi program berita berskala ringan, atau memproduksi film cerita pendek tentang kehidupan di sekitar santriwati.
 

Santriwati ketika praktik fotografi

     Salah satu cara yang pernah dilakukan penulis adalah melakukan praktik fotografi di lapangan. Santriwati diajak menuju srbuah lokasi sawah dan danau. Mereka diajak untuk mencari obyek (hewan, tumbuhan) di tempat itu. Bagaimana caranya mendapatkan atau mengambil foto obyek yg ukurannya kecil, tetapi menghasilkan foto obyek yang besar dan atau jelas. Ini sebuah pengalaman yang seru bagi mereka. Mereka berdiskusi tentang cara mengambil fotonya. Penulis hanya mengamati dan terakhir memberikan saran dan cara-cara yang baik dan benar.

Momen santriwati mengambil gambar keong


Angle lain kegiatan fotografi

     Tidak berhenti sampai mengambil foto obyek, penulis juga memberikan tugas kepada santriwati untuk mengulas hasil fotonya yang dikaitkan dengan ayat Alqur'an. Tentu saja ayatnya berkaitan atau berhubungan dengan obyek foto yang diambilnya. Selain teknik foto, praktik di alam bebas ini juga berkaitan dengan salah satu cara untuk kita memaknai dan menikmati ciptaan Allah SWT.
     Tulisan di atas adalah salah satu pengalaman yang terjadi pada penulis. Tentunya masih banyak cara yang dilakukan untu mengajarkan "jurnalistik itu menarik dan perlu" bagi santriwati di pesantren.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar