Menulis
Peristiwa Politik
Peristiwa politik adalah peristiwa
yang banyak ditunggu masyarakat. Peristiwa ini juga banyak menarik minat orang
untuk melaporkannya. Salah satu laporannya adalah bentuk tulisan.
Langkah pertama yang perlu dilakukan
oleh penulis, adalah menentukan “tema”. Banyak tema menarik yang dapat dipilih
oleh penulis. Nah, bagi penulis pemula, coba pilih tema yang “ringan” tapi
menarik. Misalnya, kita coba pilih tentang “pernak pernik” pemilu, seperti
keunikan tempat pemungutan suara (TPS) dan petugasnya, kebingungan warga yang
mencoblos (bingung karena baru pertama kali mencoblos, atau kebingungan orang
tua yang mencoblos, dsb.).
Setelah kita menentukan tema yang
dipilih, langkah selanjutnya adalah menentukan “angle”, angle, seperti yang
pernah ditulis dalam blog sebelumnya, adalah sudut pandang. Jadi penulis harus
menuliskan darai mana sudut pandang yang akan ditulis dari sebuah tema. Satu
tema bias ditulis dengan sudut pandang yang berbeda. Kita ambil contoh tema
“keunikan TPS”. Dari tema kuinikan TPS ini bias ditulis dengan beberapa angle,
seperti masalah biaya pembuatan TPS yang unik, atau dari sudut mengapa tema
keunikan ini yang dipilih, atau angle kerepotan petugas saat menggunakan
keunikan ini.
Untuk menulis peristiwa tersebut,
kita harus melakukan dua hal, yakni pengamatan dan wawancara. Nah, unutk
mengamati sebuah peristiwa, kita bias menggunakan rumus 5W+1H. kita harus
teliti dan cermat mengamati apa saja yang terjadi. Bahkan kita bisa saja
menemukan apa yang ada di balik keunikan TPS tersebut. Misalnya jika mereka
mengusung tema “kedaerahan” dalam menghias TPS dan pakaian yang dikenakan para
petugasnya, maka kita bisa mnegamati apakan petugasnya cukup kerepotan saat
mengenakan pakaian tsb. Apakah tema yang digunakan untuk menghoias TPS justru
mengganggu warga yang akan menggunakan hak pilihnya. Atau hal-hal lainnya yang
bisa saja ditemukan saat kita melakukan pengamatan dengan detil. Bahkan kadang,
kita dapat menemukan hal yang tak terduga, saat melakukan pengamatan.
Hal
kedua yang perlu dilakukan adalah melakukan wawancara, baik dengan petugas
ataupun dengan warga. Bagaimana dengan anggarannya?, bagaimana dengan pembuatan
atau proses pemasangan TPS nya?, bagaimana dengan pakaian yang dikenakan,
apakah sewa patungan, atau sewa secara mandiri?, dsb.
Sementara
untuk tema pemilih pemula, kita bisa mengamati bagaimana kebingungan warga
pemilih pemula? Baik saat mendaftar, sampai ke saat dia melakukan pencoblosan
di bilik suara. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana caranya kita menentukan
pemilih pemula?. Tentu saja kita bias melihat usia warga yang akan memilih,
kemudian kita berbicara atau bertanya secara langsung ke warga tsb. Nah, hasil
pengamatan tsb, kita dapat tambahkan dengan hasil wawancara, misalnya kita bisa
bertanya bagaimana perasaan pemilih pemula tsb? Apakah ada kebingungan saat
akan mencoblos? Apakah sudah menentukan pilihan? Apakah sudah pernah mengikuti
sosialisasi pemilu? dsb.
Setelah
semua proses peliputan, berupa pengamatan dan wawancara, sudah kita lakukan, tahap
selanjutnya adalah memulai menulis. Kita bisa menuliskan mulai dari masalah
keunikan TPS atau dari hasil wawancara petugas tentang keunikan tsb. Misalnya
ternyata pakaian daerah yang dikenakan adalah hasil swadaya, maka kita mulai
dengan kalimat: “
“Banyak cara
dilakukan petugas TPS untuk menarik pemilih agar datang ke TPS. Salah satunya
dengan membuat TPS yang unik. Bahkan untuk memeriahkan TPS tersebut, para
petugas TPS rela untuk berswadaya atau patungan dari kantong sendiri untuk sewa
pakaian daerah yang dikenakannya. Sungguh hal yang perlu diacungi jempol, untuk
para petugas, karena pekerjaan menjaga agar proses pencoblosan yang mereka
lakukan, tidak berkaitan langsung dengan pribadi mereka.”
Menulis hal-hal yang ringan atas
sebuah peristiwa “berat”dan “besar”seperti pemilu, menjadi salah satu pilihan
yang asik bagi penulis pemula. Selain sebagai sebuah ladang pelatihan yang
cukup menantang, penulisan dengan tema seperti ini akan menghindarkan penulis
dari hal-hal kontroversial, disbanding ketika menulis tema-tema yang sarat
“politis”dari persitiwa pemilu tersebut.
Semoga
bermanfaat….. selama mencoba…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar