10 Mei 2019

Menulis Peristiwa Politik


Menulis Peristiwa Politik

            Peristiwa politik adalah peristiwa yang banyak ditunggu masyarakat. Peristiwa ini juga banyak menarik minat orang untuk melaporkannya. Salah satu laporannya adalah bentuk tulisan.
            Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh penulis, adalah menentukan “tema”. Banyak tema menarik yang dapat dipilih oleh penulis. Nah, bagi penulis pemula, coba pilih tema yang “ringan” tapi menarik. Misalnya, kita coba pilih tentang “pernak pernik” pemilu, seperti keunikan tempat pemungutan suara (TPS) dan petugasnya, kebingungan warga yang mencoblos (bingung karena baru pertama kali mencoblos, atau kebingungan orang tua yang mencoblos, dsb.).
            Setelah kita menentukan tema yang dipilih, langkah selanjutnya adalah menentukan “angle”, angle, seperti yang pernah ditulis dalam blog sebelumnya, adalah sudut pandang. Jadi penulis harus menuliskan darai mana sudut pandang yang akan ditulis dari sebuah tema. Satu tema bias ditulis dengan sudut pandang yang berbeda. Kita ambil contoh tema “keunikan TPS”. Dari tema kuinikan TPS ini bias ditulis dengan beberapa angle, seperti masalah biaya pembuatan TPS yang unik, atau dari sudut mengapa tema keunikan ini yang dipilih, atau angle kerepotan petugas saat menggunakan keunikan ini.
            Untuk menulis peristiwa tersebut, kita harus melakukan dua hal, yakni pengamatan dan wawancara. Nah, unutk mengamati sebuah peristiwa, kita bias menggunakan rumus 5W+1H. kita harus teliti dan cermat mengamati apa saja yang terjadi. Bahkan kita bisa saja menemukan apa yang ada di balik keunikan TPS tersebut. Misalnya jika mereka mengusung tema “kedaerahan” dalam menghias TPS dan pakaian yang dikenakan para petugasnya, maka kita bisa mnegamati apakan petugasnya cukup kerepotan saat mengenakan pakaian tsb. Apakah tema yang digunakan untuk menghoias TPS justru mengganggu warga yang akan menggunakan hak pilihnya. Atau hal-hal lainnya yang bisa saja ditemukan saat kita melakukan pengamatan dengan detil. Bahkan kadang, kita dapat menemukan hal yang tak terduga, saat melakukan pengamatan.
Hal kedua yang perlu dilakukan adalah melakukan wawancara, baik dengan petugas ataupun dengan warga. Bagaimana dengan anggarannya?, bagaimana dengan pembuatan atau proses pemasangan TPS nya?, bagaimana dengan pakaian yang dikenakan, apakah sewa patungan, atau sewa secara mandiri?, dsb.
Sementara untuk tema pemilih pemula, kita bisa mengamati bagaimana kebingungan warga pemilih pemula? Baik saat mendaftar, sampai ke saat dia melakukan pencoblosan di bilik suara. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana caranya kita menentukan pemilih pemula?. Tentu saja kita bias melihat usia warga yang akan memilih, kemudian kita berbicara atau bertanya secara langsung ke warga tsb. Nah, hasil pengamatan tsb, kita dapat tambahkan dengan hasil wawancara, misalnya kita bisa bertanya bagaimana perasaan pemilih pemula tsb? Apakah ada kebingungan saat akan mencoblos? Apakah sudah menentukan pilihan? Apakah sudah pernah mengikuti sosialisasi pemilu? dsb.
Setelah semua proses peliputan, berupa pengamatan dan wawancara, sudah kita lakukan, tahap selanjutnya adalah memulai menulis. Kita bisa menuliskan mulai dari masalah keunikan TPS atau dari hasil wawancara petugas tentang keunikan tsb. Misalnya ternyata pakaian daerah yang dikenakan adalah hasil swadaya, maka kita mulai dengan kalimat: “
“Banyak cara dilakukan petugas TPS untuk menarik pemilih agar datang ke TPS. Salah satunya dengan membuat TPS yang unik. Bahkan untuk memeriahkan TPS tersebut, para petugas TPS rela untuk berswadaya atau patungan dari kantong sendiri untuk sewa pakaian daerah yang dikenakannya. Sungguh hal yang perlu diacungi jempol, untuk para petugas, karena pekerjaan menjaga agar proses pencoblosan yang mereka lakukan, tidak berkaitan langsung dengan pribadi mereka.”
            Menulis hal-hal yang ringan atas sebuah peristiwa “berat”dan “besar”seperti pemilu, menjadi salah satu pilihan yang asik bagi penulis pemula. Selain sebagai sebuah ladang pelatihan yang cukup menantang, penulisan dengan tema seperti ini akan menghindarkan penulis dari hal-hal kontroversial, disbanding ketika menulis tema-tema yang sarat “politis”dari persitiwa pemilu tersebut.

Semoga bermanfaat….. selama mencoba…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar