10 Mei 2019

Di Balik Kisah Perjalanan Jurnalistik #2



2. Kehadiran Jus Kweni

            Kweni dengan nama latin “Mangifera odorata” adalah keluarga dari buah mangga. Banyak nama lain yang disematkan pada buah ini, seperti kebembem (betawi), bembem (sunda), manga kuini (sulut), dll. Buah ini rasanya tidak semanis manga, tetapi bau harumnya cukup menarik orang. Umumnya jika sudah masak, kweni biasanya dibuat jus untuk diminum.
Kisah ini  dimulai ketika penulis melakukan tugas jurnalistik untuk meliput “dari pesantren ke pesantren”. Dalam perjalanan menuju sebuah pesantren di Kecamatan Kaliangkrik, Kabulaten Magelang Jawa Tengah. Untuk menuju pesantren ini, penulis dan rombongan, harus melalui sebuah jalan kecil yang hanya bisa dilewati satu kendaraan. Di jalan tersebut, saat itu tercium bau khas yang menyengat dari buah kweni. Ternyata mobil yang kami tumpangi, saat itu melewati kebun rumah warga yang ada pohon kweni. Bau harusm khas kweni, itu kemudian memunculkan percakapan antara penulis dengan tim liputan. Saat itulah muncul percakapan bahwa kweni ini hanya enak jika dijus.
Uniknya, pohon kweni ini tak lagi dijumpai sampai ke lokasi pesantren. Sampai di lokasi, kami langsung melakukan peliputan dan bertemu dengan kyai pengasuh pesantren. Setelah beberapa jam melakukan peliputan dan perekaman visual dan wawancara, tim akhirnya berpamitan dengan pak kyai, untuk menuju ke lokasi peliputan selanjutnya. Namun, kyai menahan kami dan membawa tim ke rumah kyai utuk makan siang lebih dulu. Akhirnya kami duduk di ruang tamu. Saat duduk, di meja sudah tersedia berbagai cemilan khas desa, dan beberapa gelas minuman. Di sebuah gelas, ada jus yang menyerupai jus alpukat. Kameraman, kemudian bertanay jus apa itu, ketika penulis mencicipi, penulis kaget, tetapi tak menjawab pertanyaan sang kameraman. Penulis meminta sang kameraman mencicipinya. Setelah mencicipi jus tersebut, kami saling tersenyum dan tertawa kecil, karena jus yang disediakan adalah jus kweni, yang kami bicarakan di perjalanan tadi. Sesuatu yang tak kami duga, bahwa kami akan disuguhi jus kweni, saat di pesantren. Di sepanjang jalan, kami hanya membicarakan buah ini, tanpa menyangka akan mencicipinya saat tiba di pesantren. Alhamdulillah…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar