29 Oktober 2022

CONTOH TULISAN STRAIGHT NEWS & FEATURE

CONTOH TULISAN STRAIGHT NEWS & FEATURE

Pendahuluan
     Ada perbedaan dalam membuat tulisan untuk naskah straight news, tulisan feature media cetak atau online, dan naskah untuk program feature TV. Perbedaan umum yang paling mencolok adalah: jika straight news mementingkan nilai "kebaruan", faktual, maka untuk feature menojolkan sisi "humanis", dan dapat ditulis atau dibuat beberapa hari setelah peristiwa berlalu, tentunya dengan tidak mengabaikan nilai berita lainnya.
      Sedangkan perbedaan feature di media massa cetak atau online dengan program TV, adalah: jika feture media cetak atau online, menggambarkan atau mengisahkan dengan detil suasana yang terekam secara humanis (dengan bahasa sastra). Untuk program feature TV perlu menonjolkan  visual yang indah, "cantik", atau menyayat hati pemirsa. Narasi hanya digunakan untuk memperkuat visual, atau memberikan data yang tidak dapat terekam secara visual. Untuk tulisan  feature, sebaiknya menggunakan bahasa "tutur", yang mudah dimengerti oleh pembaca atau pemirsa.
     Berikut contoh naskah untuk straight news, serta feature media cetak, dan TV. Tentunya contoh ini tidak harus demikian bentuknya. Tergantung selera dan pilihan diksi penulis. Contoh  menggambarkan penulisan naskah yang berbeda, dengan kasus yang sama.

Contoh Materi 1 (Kasus Sosial Pendidikan)
Contoh Staight News:
SETELAH BEBERAPA BULAN SEPI TIDAK ADA SANTRI YANG MONDOK/ AKHIRNYA PONDOK PESANTREN/ PONPES/ NURUL HUDA/ DI JOMBANG/ JAWA TIMUR/ RESMI DITUTUP MULAI HARI INI// PENUTUPAN PONPES NURUL HUDA INI DIUMUMKAN PENGASUH PONPES/ SEKALIGUS  PEMILIK/ KYAI HAJI NURUL/ DI PONPESNYA/ SENIN 23 APRIL 2020//
(... dst..  ttg keterangan dari Kyai mengenai mengapa ponpes ditutup, sejak brp lama sepi, mengapa sepi, dsb...)

Contoh feature:
Debu bertebaran di berbagai pojok kelas Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda, Jobang, Jawa Timur. Sedangkan di beberapa kelas, kaca jendela tampak pecah dan retak. Kasur-kasur digulung dan diletakkan di pojok kamar, yang di atasnya dipenuhi sarang laba-laba. Begitulah suasana Ponpes Nurul Huda, yang baru-baru ini resmi ditutup oleh pengasuhnya Kyai Haji Nurul.

Contoh feature TV:
"visual kaca-kaca jendela kelas yang peceb, bangku dan meja berdebu, papan tulis kotor, suasana kelas". (backsound religi....) TC: 00.20 -  01.50
BEGINILAH SUASANA KELAS YANG LENGANG DI PONDOK PESANTREN/ PONPES/ NUTUL HUDA/ JOMBANG/ JAWA TIMUR//
"visual susana halaman kosong, tempat bermain kosong, susana srkitar musola yang lengang" TC: 02.30 - 03.45
TAK ADA LAGI SUARA MENGAJI/ ATAU SUARA BERSAHUTAN PARA SANTRI YANG MENGHAPAL AL QURAN// SHOLAT BERJAMAAHPUN TAK LAGI BANYAK DIKERJAKAN SANTRI// HANYA BEBERAPA PENGURUS PONPES YANG MASIH BERTAHAN DAN BERJAMAAH DI MUSOLA// ITUPUN BERTAHAN DALAM BEBERAPA HARI SETELAH PENGURUS PONPES/ KYAI HAJI NURUL/ RESMI MENUTUP PONPES/ APRIL 2020 LALU//
( ... dst..  ttg keterangan kyai, atau jika ada testimoni dari mantan santri...dlsb)

Contoh materi 2 (Kasus Kriminal)
Contoh Straight News:
PEMBUNUH SEORANG ANAK PEREMPUAN YANG PULANG MENGAJI/ BERINISIAL PS/ DITANGKAP RESKRIM POLRES CIMAHI KEMARIN// TERSANGKA BERINISIAL IC INI DITANGKAP DI RUMAH SAUDARANYA SETELAH BURON EMPAT HARI// DALAM PEMERIKSAAN AWAL/ MOTIF PENUSUKAN INI KARENA TERSANGKA IC MARAH/ KORBAN TIDAK MEMBAWA HP YANG DIMINTA PAKSA// KORBAN DITUSUK PUNGGUNG DAN MENGENAI JANTUNGNYA//
(...dst... dapat menulis penjelasan laporan polisi ttg kronologis... )

Contoh feature:
Isti, gadis kecil berusia11 tahun, tak menyangka, kepulangannya bersama Putri, temannya sebaya, dari mengaji, adalah kebersamaan terakhir. Keceriaan bersama Putri sepanjang jalan dari mushola sampai pertigaan jalan, sebelum berpisah, masih terngiang di pikirannya. Tak lama setelah berpisah di pertigaan jalan, Putri ditusuk orang tak dikenal. Putripun meninggal dalam perjlanan ke rumah sakit, setelah di tolong tetangganya. Empat hari kemudian, tersangka berinisial IC ditangkap tim Resmob Polres Cimahi. 
Istipun sampai kini masih trauma dan belum mau mengaji di mushola. Tak ada lagi teman bercanda saat pergi bersama untuk mengaji. Beberapa kali Isti masih sering menangis jika ada orang yang memintanya bercerita saat terakhir bersama Putri.

Contoh feature TV:
"visual susana makam Putri. Ganti visual ke rumah duka. Buku Iqra' korban. album foto korban " (backsound musik sedih) TC: 01.00 - 02.30
TAK ADA LAGI SUARA MENGAJI DENGAN KALIMAT YANG MASIH TERBATA/ YANG DIDENGAR KELUARGA PUTRI// MASIH TERNGIANG DI TELINGA BUDI/ AYAH PUTRI/ KETIKA ANAKNYA MEMBACA BUKU IQRA' SETELAH PULANG DARI MUSHOLA// DI MATA KELUARGA DAN TETANGGA/ PUTRI ADALAH GADIS YANG SELALU CERIA// DIA TAK BANYAK BERULAH DAN TAK BANYAK MEMINTA// MENJELANG MAGHRIB/ DIA BERSAMA TEMAN SEBAYANYA/ SELALAU BERSIAP BELAJAR MENGAJI DI MUSHOLA YANG TAK JAUH DARI RUMAHNYA//
============
SYNC: BUDI/Ayah Putri
TC: 00.12  -- 00.25
============

"suasana pertigaan jalan, lokasi Putri ditusuk" TC: 03.10 - 04.40
DI PERTIGAAN JALAN/ BEBERAPA METER DARI RUMAHNYA INILAH/ PUTRI DITUSUK ORANG TAK DIKENAL YANG BERMAKSUD MIMINTA PAKSA HP// SETELAH BURON SELAMA EMPAT HARI/ TERSANGKA IC/ DIBEKUK PETUGAS POLRES CIMAHI//
................. dst   (Tulisan seterusnya  menceritakan kronologi dan laporan polisi)

24 Oktober 2022

PROGRAM FEATURE (#1)

Pengertian Umum Feature
     Feature adalah sebuah karya khas jurnalistik, yang tulisannya dibumbui dengan tulisan sastra. Kalau news berkaitan dengan kejadian faktual bernilai kecepatan, maka feature adalah karya yang faktual yang tidak terikat dengan nilai kecepatan. Makanya orang menyebutkan feature lebih banyak membahas sesuatu bernilai human interest, membahas atau menggugah sisi kemanusiaan.
Dalam sebuah program televisi, feature yang menarik diproduksi dengan memperbanyak visual atau gambar. Visual yang menarik, dengan pengambilan visual yang beauty shoot, berbagai ukuran visual, stock shoot  yang beragam dan banyak, akan membuat feature televisi semakin menarik. Istilahnya adalah "biarkan visual berbicara". Narasi hanya menjelaskan kata-kata yang tidak bisa direkam dalam visual atau mempertegas kondisi obyek dalam visual. Jadi, ingat carilah visual sebanyak mungkin yang dapat "bercerita" atau yang akan dirangkai untuk "berkisah".

Dokumenter Sosok (Tokoh)
     Pembuatan feature, meskipun ringan, tetapi tidak berarti mudah untuk mengerjakannya. Perlu riset, pengumpulan data, dan wawacara nara sumber yang sangat detil dan mendalam. Waktu yang diperlukan, juga cukup lama.
     Pengalaman penulis dalam membuat tokoh-tokoh yang mengikuti kegiatan politik, sepert pemilu, adalah sebuah contoh yang faktual. Kita perlu membuka file-file tertulis dari sang tokoh. Ratusan file tertulis, tentang segala hal dari peristiwa besar sampai detil informasi terkecil, perlu kita riset. Riset ini dapat dilakukan melalui internet, buku-buku, perpustakaan, media massa lain, atau prawawancara.  Segala hal yang berkaitan dengan "5W+1H" dari sang tokoh, perlu kita tahu. Mulai dari, di mana dan kapan dia lahir, pengalaman sekolah, komentar dari guru dan teman-temannya, tanggapan keluarga terdekat, sepak terjangnya (berkegiatan usaha, sosial, politik) perlu dan penting kita gali dan kumpulkan, jika ingin membuat program feature sosok yang lengkap. Bahkan penulis dan rekan penulis sempat sampai ke pelosok daerah terpencil, untuk mengetahui masa kecil seorang tokoh. Ini untuk menggambarkan suasana nyata daerah lahir sang tokoh, sekaligus suasana terkini di daerah tersebut.
     Foto-foto sang tokoh, perlu didapatkan visualnya. Tempat atau lokasi bersejarah yang membawa dampak perkembangan dalam hidup sang tokoh, juga perlu kita datangi. Wawancara dengan keluarga, teman-teman, guru, atau siapapun yang berkaitan dengan sang tokoh, perlu kita lakukan. Yang terakhir kita perlu mendapatkan informasi dan visualisasi kekinian dari sang tokoh. Seperti juga penelusuran masa lalu sang tokoh, kita perlu mendapatkan wawancara sang tokoh, keluarga, teman, atau kolega. Informasi "kecil" jangan diabaikan, karena kadangkala informasi seperti ini menjadikan dokumenter kita lebih menarik dan "berwarna". Rekam dengan jelas, nyata dan detil, visual-visual dan wawancara yang sangat dibutuhkan.
     Pengalaman berbeda didapatkan jika
kita membuat atau memproduksi sebuah dokumenter dari tokoh bersejarah yang telah tiada. Selain melakukan proses-proses di atas, kita juga perlu mencari dokumentasi tentang foto dan visual yang akan banyak kita butuhkan. Ada berbagai cara yang dapat kita lakukan, antara lain mencari visual dari dokumentasi internal, serta dengan meminjam atau membeli visual yang kita butuhkan dari media massa lain. Kita juga dapat  mencari atau membelinya dari lembaga dokumentasi resmi yang dibentuk pemerintah. Tentunya jangan lupa mencantumkan dari mana sumber visual yang didapatkan ( istilah kerennya courtesy). Pertanyaan yang sering muncul kemudian, "mahal dong?". Untuk membuat sebuah program feature dokumenter tokoh yang lengkap, memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tahapan praproduksi-produksi-pascaproduksi feature dokumentasi tokoh, adalah sebuah proses yang panjang, termasuk waktu, dan perlu biaya. Jika semua sudah terkumpul, dan dirangkai dengan faktual, serta dipadukan dengan visual yang serasi, akan menghasilkan sebuah feature dokumenter yang mengagumkan.
     Untuk sebuah prgram dokumenter televisi, hal yang terpenting adalah proses editing. Perlu seorang editor audio visual yang berpengalaman. Selain itu reporter, juru kamera, dan produser perlu mendampingi editor saat proses editing atau pengeditan. Pemilihan audio dan lagu untuk back sound  yang tepat, juga akan membuat program dokumenter kita lebih bermakna. Terakhir, sebelum program dokumenter ini tayang, kita perlu check and recheck terlebih dahulu. Lakukan berulang kali, kalau perlu orang lain diajak untuk melihat dahulu produksi kita.

Sebuah catatan:
     "Waktu adalah uang". Frasa yang dicetuskan Benjamin Franklin pada 1748, adalah kata bijak yang sangat penting kita ingat. Mumpung kita di daerah yg jauh, di daerah terpencil, sulit dijangkau  atau bertemu dengan nara sumber yang sulit ditemui, gali wawancara sebanyak-banyaknya. Gunakan "why" dan "how" dalam menggali wawancara. Cermati, bisa jadi muncul pertanyaan susulan dari pernyataan nara sumber. Ambil visual sebanyak-banyaknya dan sedetil-detilnya.
     Ini adalah sebuah karya dokumenter sehingga sangat penting masalah "keakuratan". Jadi jangan sampai, kita asik dengan data dan visual yang dianggap sudah lengkap, kita mengabaikan hal-hal yang dianggap sepele. Jangan salah penulisan dan typo, pada: nama, gelar, tanggal, bulan, tahun, nama tempat, daerah, adat dan budaya setempat, nama makanan, dsb. Teliti kembali di akhir proses pembuatan feature dokumenter kita.
 
 Salam.....

20 Oktober 2022

PENGALAMAN MENGAJAR (#1)

PENGALAMAN MENGAJAR JURNALISTIK (#1)

    Selain sebagai Jurnalis, penulis juga diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk mengajar. Selain pernah menjadi dosen, penulis juga pernah menjadi pengajar ekstra kurikuler (eskul) di MTs dan MA sebuah pesantren khusus putri. Tentu saja materi yang diajarkan berkaitan dengan tulis menulis, jurnalistik, dan fotografi.
    Mengajar di pesantren putri, tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi penulis. Paling tidak kita harus dituntut untuk terus berpikir, memutar otak, tentang materi yg harus diajarkan. Selain materi umum jurnalistik, kita dituntut untuk mengajarkan materi jurnalistik yang berkaitan dengan dunia wanita dan materi yang tidak terlepas dari nila-nilai Agama Islam. Sebagai pengajar, penulis juga perlu menghadirkan "seni" mengajar yang tidak menimbulkan rasa bosan atau jenuh para santriwati. Kita sadar, sudah satu hari penuh, bahkan hampir tujuh hari dalam sepekan, kegiatan mereka banyak dihabiskan dalam asrama, mendapatkan materi umum dan agama dari guru pengajarnya, belum kegiatan lain yang berkaitan denga keasramaan. Nah tentu di akhir pekan, saat pelajaran eskul, santriwati ini mulai muncul rasa lelah dan jenuh. Di sinilah kita dituntut untuk memberikan materi yang membuat mereka tidak mengantuk dan semangat kembali.
     Ada berbagai cara untuk mengatasinya. Selain memberikan materi awal dan umum tentang jurnalistik, kita perlu memberikan materi yang mengajak santriwati untuk aktif berperanserta. Misalnya, kita memberikan praktek teknik wawancara, menulis tentang pengamatan susana, praktek fotografi, mencari dan menulis surat-surat dan ayat-ayat Alqur'an yang berkaitan benda-benda hasil "jepretan" kamera mereka, memproduksi program berita berskala ringan, atau memproduksi film cerita pendek tentang kehidupan di sekitar santriwati.
 

Santriwati ketika praktik fotografi

     Salah satu cara yang pernah dilakukan penulis adalah melakukan praktik fotografi di lapangan. Santriwati diajak menuju srbuah lokasi sawah dan danau. Mereka diajak untuk mencari obyek (hewan, tumbuhan) di tempat itu. Bagaimana caranya mendapatkan atau mengambil foto obyek yg ukurannya kecil, tetapi menghasilkan foto obyek yang besar dan atau jelas. Ini sebuah pengalaman yang seru bagi mereka. Mereka berdiskusi tentang cara mengambil fotonya. Penulis hanya mengamati dan terakhir memberikan saran dan cara-cara yang baik dan benar.

Momen santriwati mengambil gambar keong


Angle lain kegiatan fotografi

     Tidak berhenti sampai mengambil foto obyek, penulis juga memberikan tugas kepada santriwati untuk mengulas hasil fotonya yang dikaitkan dengan ayat Alqur'an. Tentu saja ayatnya berkaitan atau berhubungan dengan obyek foto yang diambilnya. Selain teknik foto, praktik di alam bebas ini juga berkaitan dengan salah satu cara untuk kita memaknai dan menikmati ciptaan Allah SWT.
     Tulisan di atas adalah salah satu pengalaman yang terjadi pada penulis. Tentunya masih banyak cara yang dilakukan untu mengajarkan "jurnalistik itu menarik dan perlu" bagi santriwati di pesantren.