9 Agustus 2019

TULISAN TANPA HOAKS



MENGHINDARI HOAKS

            Akhir-akhir ini, kita selalu disibukkan dengan kata-kata “hoaks”. Hoaks diartikan sebagai berita bohong atau berita tak bersumber (kbbi.id). Di zaman dengan teknologi yang sangat canggih, apalagi teknologi informasi yang setiap saat selalu berubah dengan cepat, berita atau informasi semakin cepat pula tersebar. Masalahnya, informasi yang tersebar, seringkali hanya memuat sedikit unsur “kebenaran”. Informasi yang diutamakan dalam penyebaran ini adalah “yang penting cepat tersebar”. Unsur kecepatan, bagi sebuah berita, memang salah satu unsur yang diutamakan. Namun, ada unsur lain yang tak boleh terlewatkan, yakni unsur “ketepatan”. Ketepatan di sini adalah informasinya harus tepat, baik data, lokasi, kapan, orang yang terlibat, dsb. (5W + 1H).
            Informasi yang tersebar cepat seringkali sudah mengandung unsur info berantai. Apalagi yang diembel-embeli dengan kalimat “… katanya…”. Kalau sudah begini… info yang tersebar bisa menjadi bias atau samar, atau tak jelas. Belum lagi kemudian info yang disebarkan semakin ramai dengan “penambahan”atau “pengurangan” kalimat beritanya.
            Lalu bagaimana caranya agar tulisan atau laporan kita terhindar dari hoaks ?
            Kata kunci agar penulisan atau laporan kita terhindar dari hoaks, adalah: SESUAI DENGAN FAKTA.
            Apapun tulisan dan laporan yang kita buat, harus sesuai dengan fakta yang ada. Jangan ditambah atau dikurangi sediktpun. Apalagi jika tulisan atau laporan kita ditambah dengan opini si penulis. Opini adalah pandangan atau pendapat pribadi dari penulis. Jika sebuah laporan atau berita tentang segala sesuatu, ditambah dengan opini penulis, maka yang muncul adalah berita tersebut tidak lagi sesuai dengan fakta, sehingga bisa mnejadi samar atau bias.
            Lalu bagaimana caranya agar tulisan atau laporan kita sesuai dengan fakta. Kita perlu melakukan sebuah pengamatan atau observasi di lapangan (lihat tulisan sebelumnya di benynulis.blogspot.com judul: “Bergaya Bak Detektif”). Kata kuncinya, kita harus rajin konfirmasi, atau bahasa kerennya check and recheck.
            Jadi kalu kita mau memposting, atau menyebarkan, atau meneruskan sebuah berita atau informasi, maka kita perlu hati-hati. Kita teliti kebenarannya dan kita pastikan, apakah sesuai dengan fakta atau tidak. Bila kita ingin menuliskan opini atau pendapat kita tentang suatu peristiwa, kita wajib menuliskan bahwa yang kita laporkan itu “opini atau pendapat kita”. Ini yang membuat tulisan atau postingan kita terhindar dari hoaks.
=========== semoga bermanfaat =============

Tidak ada komentar:

Posting Komentar