MENGHINDARI HOAKS
Akhir-akhir ini, kita selalu
disibukkan dengan kata-kata “hoaks”. Hoaks diartikan sebagai berita bohong atau
berita tak bersumber (kbbi.id). Di zaman dengan teknologi yang sangat canggih,
apalagi teknologi informasi yang setiap saat selalu berubah dengan cepat,
berita atau informasi semakin cepat pula tersebar. Masalahnya, informasi yang
tersebar, seringkali hanya memuat sedikit unsur “kebenaran”. Informasi yang
diutamakan dalam penyebaran ini adalah “yang penting cepat tersebar”. Unsur
kecepatan, bagi sebuah berita, memang salah satu unsur yang diutamakan. Namun,
ada unsur lain yang tak boleh terlewatkan, yakni unsur “ketepatan”. Ketepatan
di sini adalah informasinya harus tepat, baik data, lokasi, kapan, orang yang
terlibat, dsb. (5W + 1H).
Informasi yang tersebar cepat
seringkali sudah mengandung unsur info berantai. Apalagi yang diembel-embeli
dengan kalimat “… katanya…”. Kalau sudah begini… info yang tersebar bisa
menjadi bias atau samar, atau tak jelas. Belum lagi kemudian info yang
disebarkan semakin ramai dengan “penambahan”atau “pengurangan” kalimat
beritanya.
Lalu bagaimana caranya agar tulisan
atau laporan kita terhindar dari hoaks ?
Kata kunci agar penulisan atau
laporan kita terhindar dari hoaks, adalah: SESUAI DENGAN FAKTA.
Apapun tulisan dan laporan yang kita
buat, harus sesuai dengan fakta yang ada. Jangan ditambah atau dikurangi
sediktpun. Apalagi jika tulisan atau laporan kita ditambah dengan opini si
penulis. Opini adalah pandangan atau pendapat pribadi dari penulis. Jika sebuah
laporan atau berita tentang segala sesuatu, ditambah dengan opini penulis, maka
yang muncul adalah berita tersebut tidak lagi sesuai dengan fakta, sehingga
bisa mnejadi samar atau bias.
Lalu bagaimana caranya agar tulisan
atau laporan kita sesuai dengan fakta. Kita perlu melakukan sebuah pengamatan
atau observasi di lapangan (lihat tulisan sebelumnya di benynulis.blogspot.com
judul: “Bergaya Bak Detektif”). Kata
kuncinya, kita harus rajin konfirmasi, atau bahasa kerennya check
and recheck.
Jadi kalu kita mau memposting, atau menyebarkan, atau
meneruskan sebuah berita atau informasi, maka kita perlu hati-hati. Kita teliti
kebenarannya dan kita pastikan, apakah sesuai dengan fakta atau tidak. Bila
kita ingin menuliskan opini atau pendapat kita tentang suatu peristiwa, kita
wajib menuliskan bahwa yang kita laporkan itu “opini atau pendapat kita”. Ini
yang membuat tulisan atau postingan kita terhindar dari hoaks.
===========
semoga bermanfaat =============
Tidak ada komentar:
Posting Komentar