2. Kehadiran Jus Kweni
Kweni dengan nama latin “Mangifera odorata” adalah
keluarga dari buah mangga. Banyak nama lain yang disematkan pada buah ini,
seperti kebembem (betawi), bembem (sunda), manga kuini (sulut), dll. Buah ini
rasanya tidak semanis manga, tetapi bau harumnya cukup menarik orang. Umumnya jika
sudah masak, kweni biasanya dibuat jus untuk diminum.
Kisah ini dimulai ketika penulis melakukan tugas
jurnalistik untuk meliput “dari pesantren ke pesantren”. Dalam perjalanan
menuju sebuah pesantren di Kecamatan Kaliangkrik, Kabulaten Magelang Jawa
Tengah. Untuk menuju pesantren ini, penulis dan rombongan, harus melalui sebuah
jalan kecil yang hanya bisa dilewati satu kendaraan. Di jalan tersebut, saat
itu tercium bau khas yang menyengat dari buah kweni. Ternyata mobil yang kami
tumpangi, saat itu melewati kebun rumah warga yang ada pohon kweni. Bau harusm
khas kweni, itu kemudian memunculkan percakapan antara penulis dengan tim
liputan. Saat itulah muncul percakapan bahwa kweni ini hanya enak jika dijus.
Uniknya, pohon
kweni ini tak lagi dijumpai sampai ke lokasi pesantren. Sampai di lokasi, kami
langsung melakukan peliputan dan bertemu dengan kyai pengasuh pesantren. Setelah
beberapa jam melakukan peliputan dan perekaman visual dan wawancara, tim akhirnya
berpamitan dengan pak kyai, untuk menuju ke lokasi peliputan selanjutnya.
Namun, kyai menahan kami dan membawa tim ke rumah kyai utuk makan siang lebih
dulu. Akhirnya kami duduk di ruang tamu. Saat duduk, di meja sudah tersedia
berbagai cemilan khas desa, dan beberapa gelas minuman. Di sebuah gelas, ada jus
yang menyerupai jus alpukat. Kameraman, kemudian bertanay jus apa itu, ketika
penulis mencicipi, penulis kaget, tetapi tak menjawab pertanyaan sang
kameraman. Penulis meminta sang kameraman mencicipinya. Setelah mencicipi jus
tersebut, kami saling tersenyum dan tertawa kecil, karena jus yang disediakan
adalah jus kweni, yang kami bicarakan di perjalanan tadi. Sesuatu yang tak kami
duga, bahwa kami akan disuguhi jus kweni, saat di pesantren. Di sepanjang
jalan, kami hanya membicarakan buah ini, tanpa menyangka akan mencicipinya saat
tiba di pesantren. Alhamdulillah…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar